Monday, August 31, 2020

TA'ZIYAH

F. Ta’ziyah..

Ta’ziyah hukumnya Sunnah dan merupakan hak muslim terhadamuslim lainnya.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang berta’ziyah,antara lain sebagai berikut :
1. Memberikan bantuan terhadap keluarga yang terkena musibah,,baik bantuan moral maupun material untuk mengurangi beban kesulitan dan kesedihannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

يُشْغِلُهُمْ , أَوْ أَتَاهُمْ مَا يُشْغِلُه اِصْنَعُوْا ِلآلِ جَعْفَرَ طَعَاماً, فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْرٌ

Buatkanlah bagi keluarga Ja’far makanan karena mereka telah ditimpa perkara yang menyibukkan mereka.”

Hasan: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1015)], Sunan Abi Dawud (VIII/406, no. 3116), Sunan at-Tirmidzi (II/234, no. 1003), Sunan Ibni Majah (I/514, no. 1610).

Referensi: https://almanhaj.or.id/1482-taziyah-melawat-keluarga-mayit-ziarah-kubur.html


2. Jika yang mendapat musibah termasuk orang yang dekat atau keluarga dekat,hendaklah menghibur mereka agar tidak berlarut larut dalam duka dan kesedihan.Selain itu kita perlu menganjurkan agar sabar karena semua manusia itu pasti akan meninggal.
3. Ikut mensholatkan janazah dan mendoakan agar mendapat ampunan dari Alloh Swt dari segala dosanya.
4. Ikut mengantarkan janazah ke pemakaman untuk menyaksikan penguburannya.
5. Tidak boleeh berbicara keras,bercanda,tertawa terbahak bahak atau sikap sikap lain yang tidak terpuji.
6. Boleh berkabung bagi wanita yang ditinggal mati suaminya.Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh Saw :

G.Ziarah Kubur.

 Ziarah kubur adalah mengunjungi makam (kuburan) kaum muslimin/muslimat.Tujuannya
mengingat mati atau akan mengalami mati.Dengan demikian manusia akan sadar bahwa dalam menjalani hidupnya tidak sekedar mengejar dunia saja,akan tetapi juga memikirkan kehidupan akhirat.Kesadaran tersebut akan mendorong manusia agar senantiasa menjalani kehidupan dunia dan kehidupan akhirat secar seimbang.Disyari’atkan ziarah kubur ini berdasarkan hadits Nabi Saw :

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوهَا فَاِنَّ فِيْهَا عِبْرَةٌ وَلاَ تَقُوْلُوْا مَا يُسْخِطُ الرَّبُ

Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, dan sekarang ziarahlah kalian karena padanya terdapat pelajaran dan janganlah kalian mengucapkan kata-kata yang dimurkai Allah.

Shahih: [Ahkamul Janaa-iz, hal. 179], Mustadrak al-Hakim (I/374), al-Baihaqi (IV/77), tanpa kalimat yang terakhir, sesungguhnya itu adalah riwayat al-Bazzar (I/407, no. 861).

Referensi: https://almanhaj.or.id/1482-taziyah-melawat-keluarga-mayit-ziarah-kubur.html

Sunday, August 30, 2020

TANDA TANDA SIFAT SYAJA'AH

B. Tanda Tanda Orang Yang Memiliki Sifat Syaja’ah

1. Bentuk bentuk Saja’ah

Syaja’ah atau keberanian tidak hanya di tunjukkan dalam eerangan (jihad Fii sabilillah),tai juga dalam segala aspek kehidupan.Prof.Dr.Yunahar Ilyas menyebutkan beberapa bentuk saja’ah yang disebutkan dalam al-Qur’an :

a. Syaja’ah menghadapi musuh dalam peperangan(jihad fii sabilillah)

Seorang muslim harus berani terjun kemedan erang menegakkan dan membela kebenaran.Dia harus terus maju sampai menang atau mati syahid.Tidak boleh mundur atau lari daari medan peperangan.Kalaupun mundur dibolehkan untuk bergabung dengan pasukan Islam lainnya sebagai bagian dari siasat.
Rosululloh Saw dan ara sahabatnya telah memberikan contoh beta gagah beraninya mereka dalam perang.Dalam perang Badar misalnya dengan personil sekitar 300 orang muslim,mereka berani mengalahkan pasukan lawan yang berjumlah sekitar 1.000 orang.

b. Syaja’ah menyatakan kebenaran (kalimah al haq)

Sekalipun dihadapan penguasa yang dholim,kita harus senantiasa berani dalam menyatakan kebenaran.Rosululloh Saw bersabda :
Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيرٍ جَائِرٍ

“Dari Abu Said Al Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Jihad yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang ‘adil/benar di depan penguasa atau pemimpin yang zalim.”
(HR. Abu Daud No. 4344. At Tirmidzi No. 2265. Katanya: hadith ini hasan gharib. Ibnu Majah, Kitab Al Fitan Bab Al Amru bil Ma’ruf wan nahyu ‘anil Munkar, No. 4011. Ahmad, No hadits. 10716. Dalam riwayat Ahmad tertulis Kalimatul haq- perkataan yang benar. Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam Misykah Al Mashabih, No. 3705)


Dalam hadits diatas disebutkan kalimah al haq ‘inda sulthon jaair (memperjuangkan kebenaran dihadapan pengasa yang dholim).Kebenaran memang harus disampaikan meskipun mengandung resiko yang berat.Resiko akan lebih berat karena yang dihadapi adalah penguasa yang otoriter.Penguasa otoriter menganggap semua kritik adalah pembangkangan.Menghadapi penguasa seperti itu diperlukan keberanian.
Dalam mengatakan kebenaran membutuhkan sikap amar ma’ruf dan nahi munkar.’Amar artinya perintah,ma’ruf artinya kebaikan,nahi artinya larangan dan munkar artinya keburukan.Jadi ‘amar ma’ruf nahi munkar maksudnya adalah mengajak manusiakepada kebaikan dan melarang berbuat keburukan.
Dalam kitab yang berjudul ‘amar ma’ruf nahi munkar karangan Ibnu Taimiyah dijelaskan bahwa amar ma’ruf nahi munkar merupakan cita cita dan nilai luhur umat manusia.Apabila tidak ada amar ma’ruf nahi munkar tidak aka nada ketaatan keada Alloh Swt.Apabila tidak ada ketaatan kepada Alloh Swt maka azab Alloh akan dating menghampiri kita.
Apabila amar ma’ruf nahi munkar disuatu tempat tidak dilaksanakan,tidak hanya berakibat buruk bagi orang orang yang berbuat zalim saja.Tetapi akan mengakibatkan malapetaka ppada seluruh anggota masyarakat yang ada disuatu tempat tersebut.Menunaikan amar ma’ruf nahi munkar tesebut membutuhkan keberanian dan kebulatan tekad.

c. Syaja’ah untuk mengendalikan diri ketika marah

Sekalipun manusia mampu melampiaskan kemarahannya,tetapi pribadi yang memiliki sifat syaja’ah akan senantiasa berusaha mengendalikan amarahnya.Rosululloh Saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخاري ومسلم)
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits diatas menjelaskan dan memerintahkan untuk memiliki sifat syaja’ah.Syaja’ah disini bukan yang kuat bergulat,tetapi orang yang mampu menahan amarahnya.Syaja’ah juga diartikan dengan kemampuan mengendalikan diri.Maka dari itu syaja’ah adalah keberanian yang lahir dari hati yang kuat dan jiwa yang bersih.
Al-Ghozali menjelaskan tentang sebab sebab marah.Diantara sebab sebab timbulnya marah adalah : bangga diri,bercanda,saling mengejek mengolok olok,berbantah bantahan,saling bermusuhan,berhianat,berebut harta duniawi dan pangkat.

Thursday, August 27, 2020

AYAT KOMPETSI DALAM KEBAIKAN

3.Ayat al-Qur’an dan Hadits tentang kompetensi dalam Kebaikan

a.Q.S.Al-Maidah : 48 Tentang Kompetisi Dalam Kebaikan

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ 

48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.Q.S.Al-Maidah : 48.

Isi Kandungan Q.S.Al-Maidah : 48

Dalam ayat ini Alloh Swt menjelaskan bahwa kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw berfungsi membawa kebenaran yang hakiki dari Nya,membenarkan kitab-kitab yang sebelumnyaserta berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan benar atau tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.Dalam ayat ini ditegaskan pula bahwa Alloh memerintahkan kepada umat Islam untuk memutuskan perkara sesuai dengan aturan wahyu Alloh Swt,bukan hanya mengikuti hawa nafsu manusia.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa setiap umat akan diuji oleh Alloh sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka.Salah satu hikmah ujian ini adalah ada kometisi diantara umat yang ada.Dengan demikian masing-masing umat tentunya menginginkan yang lebih baik,lebih berkwalitas dan lebih berprestasi dari yang lain.Oleh karena itu Alloh memerintahkan untuk berlomba lomba dalam kebaikan (fastabiqul khiirot ).

Kompetisi dalam kebaikan ini dapat dilakukan oleh seorang muslim dengan cara bersegera dalam mengerjakan kebaikan,baik yang wajib maupun yang Sunnah.Baik yang terkait dengan hak hak Alloh,maupun hak hak manusia.
Berdasarkan isi ayat ini,diantara contoh dan sikap prilaku sehari hari sebagai pelajar Muhammadiyah adalah :

a. Senantiasa menggali dan mentadaburi isi dari ayat ayat al-Qur’an serta untuk gemar membacanya.
b. Memupuk dan mengembangkan sikap percaya diri serta tidak takut untuk bersaing dan berkompetensi baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.
c. Berkompetensi secara jujur dan sehat dalam memperebutkan prestasi di kelas maupun di lingkungan sekolah,regional maupun internasional.
d. Pandai dalam mengatur waktu,focus serta sungguh sungguh dalam belajar.
e. Saling memperebutkan posisi insan yang paling mulia di hadapan Allohdengan rajin beribadah,terutama dalam menjaga sholat lima waktu.
b.Hadits Riwayat Muslim Tentang Kompetensi dalam Kebaikan

Rasul yang mulia telah menganjurkan kita agar bersegera dalam beramal. Anjuran ini didapatkan pada sabda beliau yang tersampaikan lewat sahabat yang mulia, Abu Hurairah :

بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحْ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah kalian beramal saleh sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim no. 309)

Isi Kandungan hadits Riwayat Muslim
Hadits ini menggambarkan bahwa fitnah dan cobaab kehidupan dunia yang kian sulit untuk diprediksi,diibaratkan dengah kegelapan malam yang amat pekat.Disebabkan dahsyatnya fitnah atau ujian tersebut,tidak sedikit orang yang rela menjual imannyya dengan keuntungan dunia.Pagi hari masih beriman tapi sore hari menjadi kafir atau sebaliknya.
Berdasarkan isi hadits tersebut sikap dan prilaku yang harus dimiliki pelajar Muhammadiyah adalah :
a. Pandai dalam mengatur waktu untuk belajar,karena tugas seorang pelajar adalah belajar dalam segala hal.
b. Tidak boleh menunda nunda untuk berhijrah meju kehidupan yang lebih baik,meninggalkan kegiatan yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan kegiatan yang edukaatif yang dapat memacu prestasi.
c. Selalu berusaha untuk menjadi orang yang paling baik dan paling berprestasi dalam kebaikan.
d. Mengerjakan tugas sekolah tepat waktu dan tidak menundanya.

Tuesday, August 25, 2020

KEPEMIMPINAN DAULAH FATHIMIYAH

2. Kepemimpinan Daulah Fathimiyah

Para penguasa dinasti Fathimiyah yaitu :

a. Al-Mahdi (909-934 M)

Al-Mahdi melancarkan gerakan perluasan wilayah kekuasaan ke seluruh wilayah Afrika yang terbentang dari Mesir sampai dengan wilayah Fes di Maroko.Pada tahun 914 M,ia menduduki Alexandria.Kota kota lainnya seperti Malta,Sytia,Sardinia,Corsica dan sejumlah kota Lin jatuh ke dalam kekuasaannya.
Kholifah Al-Mahdi mendirikan kota baru di pantai Tunisia dan menjadikannya sebagai ibu kota Fathimiyah.Kot ini dinamakan kota Mahdiniyah.Al-Mahdi juga menginginkan Spanyol sebagai wilayah kekuasaan selanjutnya dari tangan Daulah Umayah.Oleh karena itu ia menerima hubungan ersahabatan dan kerja sama dengan Muhammad bin Hafsun,pimpinan pergerakan pemberontakan di Spanyol.Namun ambisinya belum berhasil smpai ia meninggal dunia pada tahun 934 M.

b. Al-Qoim ( 934-949 M)

Al-Mahdi digantikan putranya yang tertua bernama Al-Qosim,bergelar Al-Qo’im.Ia meneruskan gerakan ekspansi yang di mulai oleh ayahnya.Pada tahun 934 M ia mengerahkan pasukannya dengan jumlah besar ke daerah selatan pantai Prancis,hingga pasukan ini berhasil menduduki Genoa dan wilayah sepanjang pantai Calabria.
Ditengah kesuksesan  dalam ekspansi,Al-Qo’im mendapat perlawanan dari kalangan Khowarij yang melanjarkan pemberontakan dibawah pimpinan Abu Yazid Makad yang berlangsung hamper 7 tahun.

Al-Qo’im merupakan prajurit pemberani,hamper setiap ekspedisi militer dipimpinnya secara langsung.Ia merupakan khalifah Fathimiyah pada tahun 946 M,ketika itu sedang terjadi pemberontakkan di Ausa’ yang dipimpin oleh Abu Yazid.Al-Qo’im digantikan putranya yang bernama Al-Mansyur.
Al-Mansyur adalah pemuda yang sangat lincah.Ia berhasil menghancurkan kekuasaan Abu Yazid.Meskipun putra Abu Yazid dan sejumlah pengikut setiannya senantiasa menimbulkan keributan,namun seluruh wilayah Afrika pada saat itu tunduk ada kekholifahan Dinasti Fathimiyah.Al-Mansyur membangun kota yang sangat megah diwilayah perbatasan Susa’ yang di beri nama kota Al-Mansyuriyah.

c. Mu’iz Lidinillah ( 965-975 M).

Ketika Al-Mansyur meninggal,putranya yang bernama Abu Tamim Ma’ad menggantikan kedudukannya sebagai kholifah dengan gelar Mu’iz Lidinillah.Penobatan Muiz sebagai kholifah ke 4 menandai era baru Dinasti Fathimiyah.Banyak keberhasilan yang dicapainya. Pertama kali ia menetapkan untuk mengadakan peninjauan ke seluruh wilayah kekuasaannya untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.Selanjutnya Mu’iz menerakan langkah langkah yang harus ditemuh demi terciptanya keadilan dan kemakmuran.
Ia menghadapi gerakan pemberontakkan secara tuntas hingga mereka bersedia tunduk kedalam kekuasaan Mu’iz.Ia menempuh kebijakan damai terhadap para pimpinan dan gubernur dengan menjanjikan penghargaan kepada mereka yang menunjukkan loyalitasnya.Dalam waktu singkat,masyarakat seluruh negeri mengenyam kehidupan yang damai dan makmur.
Ketika itu di Spanyol sedang terjadi permusuhan antara Abdurrohman III dan penguasa Franka,maka Mu’iz memanfaatkan kesempatan itu dengan mengerahkan ekspansi militer ke Maroko dengan pimpinan Jauhar.Gubernur Umayyah gagal memanfaatkan wilayah ini sehingga Maroko didduki pasukan Mu’iz.
Penaklukan atas Maroko menimbulkan permusuhan yang berkepanjangan antara dua pemerintahan muslim yaitu Dinasti Umayah Spanyol dan Dinasti Fathimiyah.Beberapa tahun kemudian Maroko dapat direbut kembali oleh pasukan Abdurrohman III.Pihak Fathimiyah kemudian melancarkan serangan ke wilayah pantai Spanyol dibawah pimpinan Hasan bin Ali.Abdurrohman membalas serangan ini dengan mengepung dan memanfaatkan dengan menyerbu Creta dan berhasil memdudukinya pada tahun 967 m.Oleh karena itu Creta yang diduduki umat Islam semenjak kholifah Al-Makmun menjadi lepas.
Setelah Creta lepas,pasukan Islam berusaha membalas dengan menghancurkan kekuasaan Bizantium di Sicilia.anglima perang Ahmad Bin Hasan berhasil menaklukannya dan menjadikannya seluruh wilayah Sicilia menjadi wilayah kekuasaan Fathimiyah.Sebuah Universitas Kedokteran didirikan di wilaayah Palemo,Sicilia.
Penaklukan Mesir merupakan cita cita terbesar gerakan ekspansi Mu’z.Ketika Mesir dilanda kerusuhan serius pada tahun 968 M.Mu’iz segera memerintahkan Jauhar untuk mengerahkan pasukan perang utnuk menaklukan Mesir.Pada tahun 969 M,Jauhar berhasil menduduki Fustat tanpa suatu perlawanan dan Mesir memasuki era baru dibawah kekuasaan Dinasti Fathimiyah.Jauhar segera membangun kota fustat menjadi kota baru dengan nama Qohiroh (Kairo).Semnjak tahun 973 M kota ini dijadikan sebagai ibu kota pemerintahan dinasti Fathimiyah.Selanjutnya Mu’iz mendirikan masjid Al-Azhar.Masjid ini oleh kholifah Al-Aziz dijadikan sebagai pendidikan tinggi Al-Azhar.Universitas Al-Azhar yang berkembang di masa sekarang ini bermula dari pendidikan tinggi tersebut.
Kholifah Mu’iz meninggal pada tahun 975 M,setelah memerintah selama 23 tahun.Ia merupakan kholifah terbesar sekaligus pendiri Dinasti Fathimiyah di Mesir.Kecakapannya sebagai negarawan terbukti oleh perubahan Fathimiyah sebagai Dinasti kecil menjadi imperium besar.Menurut Sayid Amir Ali,ketenaran Mu’iz dalam bidang pendidikan dan pengetahuan sebanding dengan kholifah Al-Makmun,yang berhasil membawa kemakmuran dan kemajuan peradaban Afrika Utara.Mu’iz orang yang berpendidikan tinggi dan pandai dibidang syair dan susastrawan Arab,ia juga menguasai beberapa bahasa dan fasih berpidato.

d.Al-Aziz (975-996 M)

Al-Aziz menggantukan kedudukan ayahnya,Mu’’iz.Ia termsuk kholifah Fathimiyah yang paling bijaksana dan pemurah.Kedamaian yang berlangsung pada masa ini ditandai dengan kesejahteraan seluruh warga.Baik muslim maupun non muslim.Kemajuan imperium Fathimiyah mencapai puncak pada masa pemerintahannya.Imperium ini menggungguli kebesaran Abbasiyah di Baghdad.Antara kholifah Al-Aziz dan Amir Buwaihiyah ( penguasa Abbasiyah di Baghdad) terjalin hubungan persahabatan dengan saling mengirim duta masing masing.
Pembangunan fisik dan seni arsitektur merupakan lambing kemajuan pada masa ini.Bangunan megah banyak didirikandi kota Kairo seperti The Golden Palace,The Pear Pavilion dan masjid Karafa.Masjid Al-Azhar diresmikan oleh kholifah Al-Aziz sebagai lembaga pendidikkan.Al-Aziz wafat pada tahun 996.

e.Al-Hakim (966-1021 M)

Sepeninggal Al-Aziz,Dinasti Fathimiyah dijabat oleh anaknya yang bernama Abu al-Mansyur al-Hakim.Ketika naik tahta ia berusia 11 tahun.al-Hakim adalah pribadi muslim yang taat.Ia mendirikan sejumlah masjid yang dijadikan sebagai lambing kemajuan arsitektur yang indah,perguruan tinggi dan pusat obserfatory di Syria.Pada tahun 1306 M,ia menyelesaikan embangunan Dar Al-Hikmah ( gedung pusat ilmu pengetahuan ) sebagai sarana penyebaran theology syi’ah sekaligus untuk kemajuan kegiatan pengajaran.
Dar Al-Hikmah dilengkapi dengan sebuah perpustakaan besar dan berada di dekat istana kerajaan.Gedung ini terbuka untuk umum.Tamu negara selalu menyempatkan diri mengunjungi gedung ini dan ditemppat inilah para penulis dan pemikir berkumpul.

Monday, August 24, 2020

MENGUBURKAN JANAZAH

E. Menguburkan Jenazah.

Menguburkan janazah hendaknya disegerakan karena sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Saw berikut.

أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إِلَيْهِ وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Percepatlah kalian dalam membawa jenazah. Jika jenazah itu baik maka kalian telah mendekatkanya pada kebaikan. Jika jenazah itu jelek, maka kalian telah melepaskan dari pundak kalian. (HR Bukhari)


1. Persiapan

a. Liang kubur hendaknya dibuat yang dalam,pada tanah yang kuat,sehingga tidak tercium bau jasadnya,aman dari hewan pemakan bangkai/binatang buas dan longsor  aatau tergusur oleh aliran air.
b. Liang kubur dapat berupa lahat yaitu liang yang dibuat husus di dasar kubur pada arah kiblat ( pinggir )untuk meletakkan janazah,atau syiq yaitu lubang yang dibuat husus di dasar kubur pada bagian tengahnya.
c. Seyogyanya janazah muslim husus dikuburkan husus kuburan muslim yang terdekat,kecuali dalam keadaan darurat.
d. Jangan mengubur janazah dalam tiga waktu :
1.Ketika terbit matahari hingga naik
2.Ketika matahari ditengah tengah
3.Ketika matahari hamper tenggelam hingga betul betul tenggelam.
e. Penutupp lubang kubur harus kuat dengan menggunakan kayu,bambuatau batu sebagai penyangga sehingga tidak mudah longsor ke bawah.
f. Usungan keranda janazah hendaknya tertutup rapat dan sederhana.

2. Membawa janazah ke KuburanTata

a. janazah dibawa ke kuburann diiringi sanak kerabat dan handai taulan.
b. Mengiringi janazah hendaknya menunjukkan sikap berkabung dan jangan bersendagurau,tidak bersuara termasuk berdzikir maupun membaca al-Qur’an.
c. Hendaklah pengiring janazah yang berjalan kaki berada disekita,sedangkan yang berkendaraan yang berada di belakang.
d. Orang yang melihat iringan janazah hendaknya menghormati dengan berdiri tegak,dan bagi yang berkendaraan dengan berhenti hingga janazah lewat.
e. Hendaknya para ta’ziyah tidak duduk sesampainya di kuburan sebelum janazah dikuburkan.
f. Setelah memasuki gerbang kuburan,hendaklah mengucap salam kepada ahlilkubur seperti ini :

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Keselamatan untuk kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insyaaAllah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 249).


g. Ketika memasuki kuburan hendaknya segala alas kaki dilepaskan.
h. Sewaktu menantikan selesainya penguburan hendaklah menghindarkan diri duduk diatas kubur seseorang atau berdiri diatasnya.
i. Khusus untuk kaum peremuan seyogyanya tidak ikut mengantar janazah ke kubur.

3. Tata Cara Penguburan Janazah
a. Liang kubur hendaklah dibuat sebaik dan sedalam mungkin.
b. Hendaklah mayat dimasukkan ke liang kubur dari arah kaki kubur.
c. Hendaklah berdoa : Bismillahi wa ’alamillati rosuulillahi ( HR Lima ahli hadits kecuali Nasai ) sewaktu mengangkat dan memasukkan janazah ke liang kubur.
d. Dua atau tiga orang dari keluarga janazah dan diutamakan bagi yang tidak dalam keadaan junub pada malam harinya.
e. Sewaktu memasuki kubur hendaklah melepas segala bentuk alas kaki.
f. Khusus untuk janazah perempuan diturunkan ke dalam liang kubur dibentangkan kain diatas kuburnya,namun untuk mayat laki laki tidak perlu.
g. Hendaklah para ta’ziyah ikut menaburkan tanah ke liang kubur sebanyak tiga kali dari arah kepala.
h. Hendaklah tanah diatas kubur ditinggikan sejengkal (10 cm) dan diberi tanda ala kadaarnya.
i. Setelah sempurna penguburan,hendaklah para ta’ziyah berdiri disekeliling kubur untuk mendoakan keselamatannya.
j. Setelah upacara penguburan di hari hari kemudian keluarga yang ditinggalkan tidak perlu mengadakan berbagai upacara seperti tujuh hari,40,100 dan sebagainya.

4. Larangan yang Berkaitan Dengan Kuburan

a. Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal dari atas permukaan tanah.
b. Menembok kuburan sehingga menjadi bangunan.
c. Menulisi kuburan dengan berbagai tulisan nama,keluarga atau hiasan tertentu.
d. Duduk duduk diatas kuburan.
e. Menjadikan kuburan sebagai bangunan masjid.
f. Berjalan diatas kuburan dengan alas kaki.
g. Mengumandangkan adzan ada saat janazah akan dikubur.
h. Membaca surat yasin saat akan meninggal dunia dan ketika di kuburan baik saat mayit dikuburkan atau setelahnya.
i. Berziarah dengan tujuan membaca al-Qur’an,dzikir dzikir tertentu dan melakukan sholat diatas kuburan.
j. Bertawasul kepada AllohSwt dengan perantara orang yang sudah meninggal.
k. Melakukan hal hal yang menjurus kearah perbuatan syirik dan tahayul.

Sunday, August 23, 2020

BAB III SYAJA'AH

BAB III
SYAJA’AH

Pernahkah kalian merasa takut dalam hidup ini ?jawabannya pasti pernah.Karena setiap manusia dianugerahi dengan rasa takut.Sebaliknya kalian juga pernah merasa berani sekali.Takut dan berani adalah dua sifat yang berlawanan.
Sebutlah namanya Iqbal.Iqbal adalah seorang siswa menegah atas.Dia sangat supel dan mudah bergaul dengan semua orang.Suatu hari ada salah seorang temannya menawarkan suatu barang yang bagus.Menurut temannya barang tersebut bisa membuat rasa bahagia.Setelah Iqbal mencermati barang tersebut ,Ia yaqin bahwa barang tersebut adalah obat obatan terlarang.Iqbalpun mengambil sikap yang tegas dengan menolak barang tersebut,kemudian memberikan nasehat kepada temannya agar menjauhi barang haram tersebut.
Sikap Iqbal yang berani menolak terhadap barang terlarang tersebut adalah contoh kepribadian yang berani.Dalam istilah Islam kepribadian seperti tersebut dinamakan syaja’ah.Iqbal walaupun seorang yang supel dan banyak teman tidak segan untuk menolak sesuatu yang terlarang.Meskipun barang tersebut dari temannya.sifat berani atau syaja’ah tersebut sangat dibutuhkan dalam zaman sekarang.Banyak sekali siswa atau siswi yang tergelincir ke dalam lembah dosa.Karena tidak berani menolak pemberian teman atau menolak ajakan teman.Itu adalah satu contoh sifat syaja’ah,tentu masih banyak lagi contoh contoh sifat syaja’ah yang lainnya.

IFTITAH

Rasa takut pada diri kita adalah sesuatu yang wajar.Tetapi kalua rasa takut itu dapat merugikan dirinya sendiri,hal itu malah menjadi sesuatu yang tidak wajar.Memiliki rasa takut dan penakut itu adalah dua hal yang berbeda.Begitupun sebaliknya kalau terlalu berani tanpa ada pertimbangan juga aka merugikan dirinya sendiri.
Pada diri manusia sesungguhnya dianugerahi rasa takut dan berani.Rasa takut dan berani itu harusnya diselaraskan dalam Islam.Misalnya takut melanggar perintah Alloh( tidak sholat,puasa dsb) dan berani menjalankan perintah Alloh dengan khusyu’.
Seorang muslim sejati wajib memiliki sifat syaja’ah.Sifat syaja’ah adalah jalan kita menuju derajat taqwa,sehingga seorang muslim sejati wajib mempelajari,mengetahui dan mengamalkan sifat syaja’ah tesebut.

A. Memahami Sifat Syaja’ah

1. Pengertian Syaja’ah
Syaja’’ah berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata syaju’a-yasyju’u-syajaa’atan yang berarti berani.Tetapi bukan berarti berani siap menantang siapa saja atau tanpa memperdulikan apakah dia berada dipihak yang benar atau salah.Bukan pula berani memperturutkan hawa nafsu.Tetapim berani yang dimaksudkan adalah berlandaskan kebenaran dengan penuh pertimbangan.Syaja’ah lawan kata(antonimnya)adalah al-jubn yang berarti pengecut.
Menurut istilah syaja’ah adalah keteguhan hati,kekuatan pendirian,untuk membela dan mempertahankan kebenaran secara baik dan terpuji.

2. Dalil Naqli Tentang Syaja’ah
Syaja’ah merupakan sifat mahmudah(terpuji).Dalam Islam sifat syaja’ah dianjurkan, banyak dalil naqli yang menganjurkan untuk bersifat syaja’ah,diantaranya adalah Q.S.ali Imron(3) : 139

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Pada dalil naqli atau ayat diatas dierintahkan untuk tidak boleh besifat lemah,cengeng,bersedih hati.Tetapi seorang muslim wajib memiliki sifat berani,kuat dan tangguh.Seorang muslim tidak mudah bersedih hati karena orang Islam itu memiliki derajat yang tinggi.

Wednesday, August 12, 2020

Memanfaatkan Peluang Secara Kreatif dan Inovative

F.    Memanfaatkan Peluang Secara Kreatif Dan Inovatif

Salah satu faktor keberhasilan seorang wirausaha adalah kemampuannya dalam memanfaatkan peluang secara kreatif dan inovatif. Kreatifitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan orang yang kreatif adalah mereka yang memiliki daya cipta.
Berdasarkan penelitian kreatifitas dapat diidentifikasikan yaitu:

a.   Menciptakan ( to create) adalah proses berupa mencari atau menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.
b.   Memodifikasikan   (   to   modify)   dalam   memodifikasi   sesuatu   berupa mencari cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaanya oleh orang lain
c.   Mengkombinasikan ( to combine) yaitu mengkombinasikan dua hal atau

lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.

Seorang wirausaha harus bisa  mengembangkan dan memanfaatkan peluang usaha  disekitar secara innovative dan kreatif dengan cara :

1)   Memanfaatkan barang yang tidak terpakai

Misalnya memanfaatkan kain perca, sedotan, stik es krim menjadi produk yang punya nilai jual
2)   Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam

Misalnya memanfaatkan akar pohon, tanah liat menjadi kerajinan

3)   Memanfaatkan kejadian atau peristiwa yang ada

Misalnya saat musim hujan dengan menjual payung dan jas hutan, musim panas menjual masker muka, jaket dll
4)   Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa memberikan peluang usaha.

G.    Jenis-Jenis Inovasi

Pengertian inovasi menurut Stephen Robbins adalah sebuah ide atau gagasan baru yang di terapkan untuk memperbaiki suatu produk.
Adapun ciri-ciri inovasi diantaranya adalah:

1)  Memiliki kekhasan atau khusus, artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas  dalam  arti  ide,  program,  tatanan,  sistem,  termasuk  kemungkinan hasil yang diharapkan
2)  Memiliki  ciri  atau  unsur  kebaruan,  dalam  arti  suatu  inovasi  harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan pemikiran yang memiliki kadar orisinalitaasi
3)  Dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi  dilakukan  melalui  proses  yang  tidak  tergesa-gesa  dan dipersiapkan secara matang terlebih dahulu
4)  Memiliki  tujuan,  program  inovasi  yang  dilakukan  harus  memiliki  arah yang ingin dicapai, termasuk strategi untuk mencapai tujuan
Sedangkan jenis Inovasi menurut Kuratko ada 4 jenis inovasi, yaitu:

1)   Invensi (penemuan baru)

2)   Ekstensi (pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya )

3)  Duplikasi (penggandaan, memperbanyakproduk yang sudah ada  dan terkenal )
4)   Sintesis  (  penggabungan  atau  mengkombinasikan  konsep  dan  formula yang      sudah ada menjadi formula yang baru


H.   Sumber Peluang  Usaha

Peluang usaha bersumber atau diawali dengan adanya ide atau Inspirasi yang bersumber dari faktor internal dan eksternal
1.  Faktor internal

▪    Pengetahuan yg dimiliki

▪   Pengalaman dari individu itu sendiri

▪    Pengalaman dari orang lain

▪   Intuisi/pemikiran yg muncul dari diri sendiri

2. Faktor eksternal

▪   Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan

▪   Kesulitan yang dihadapi sehari-hari

▪   Kebutuhan yang belum terpenuhi

▪   Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yg baru



Cara Memanfaatkan Peluang menurut Dr. DJ. Schwartz

1)  Percaya & yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan

2)  Jangan bergaul pada lingkungan statis yang akan melumpuhkan pikiran

3)  Senantiasa bertanya pd diri sendiri,   “bagamana saya dapat melakukan usaha yg lebih baik”
4)  Banyak bertanya & mendengarkan

5)  Perluas pikiran





I.     Pendekatan Analisis Peluang Usaha

Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam menganalisis peluang usaha, yaitu.
1.  Analisis  SWOT

Merupakan analisis untuk mengetahui faktor internal (Strenght dan Weaknes) dan eksternal (Opportunity dan Threats) perusahaan. SWOT sangat penting untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman, sehingga wirausaha bisa melakukan strategi yang tepat.
Analisis  SWOT digunakan untuk mengetahui:

a.   Strenght yaitu kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan yang dapat  digunakan  untuk  mendukung  usaha,  contoh:  memiliki  produk

yang berkualitas dan sudah dikenal masyarakat, memiliki tenaga kerja

(SDM) yang kompeten dan loyal

b.   Weakness yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bila tidak diatasi akan menghambat kinerja usaha, contoh: karyawan yang kurang pengalaman,
c.   Opportunity : Peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usaha d.   Threat: Ancaman, gangguan, hambatan


2.  Analisis 5 W + 1 H

Analisis ini untuk menjawab pertanyaan

What : produk apa?

Where : dimana lokasi?

When : kapan akan memulai?

Why : Mengapa memilih produk ini?

Who : Siapa orang yang akan terlibat di dalamnya

How : Bagaimana menjalankan usaha ini?



3.  Study Kelayakan Usaha

Studi kelayakan bisnis menurut Husein Umar, 2003, yaitu penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan maksimum dalam waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru.

Menurut Yacob Ibrahim, 2009 yang dimaksud studi kelayakan bisnis adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek.
Dari  pengertian  diatas,  dapat  disimpulkan  bahwa  studi  kelayakan  bisnis

adalah menganalisis  faktor-faktor bisnis dalam menentukan rencana bisnis tersebut harus dilaksanakan, tidak dilaksanakan ataupun ditunda, dan untuk menilai kelayaka dalam pengembangan sebuah usaha.
Manfaat studi kelayakan bisnis antara lain digunakan untuk:

1.          Merintis usaha baru

2.          Mengembangkan usaha yang sudah ada

3.          Memilih jenis usaha atau investasi yang paling menguntungkan

Tahapan Studi kelayakan usaha dapat dilakukan dengan cara :

a.   Tahap penemuan ide

Suatu produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan
b.   Tahap penelitian usaha

Dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan
c.   Tahap evaluasi

Mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun, dan mengevaluasi bisnis yang sudah di operasionalkan secara rutin
d.   Tahap pengurutan usulan yang layak

Jika   terdapat   lebih   dari   satu   usulan   rencana   bisnis,   maka  perlu dilakukan  pemilihan  rencana  bisnis  yang  dianggap  paling  penting untuk direalisasikan
e.   Tahap perencanaan pelaksanaan

Setelah  rencana  bisnis  di  pilih  untuk  direalisaskan,  perlu  di  buat rencana kerja pelaksanaan proyek.
f.    Tahap pelaksanaan

Setelah semua persiapan selesei, tahap berikutnya     adalah merealisasikan pelaksanaan.
g.   Tujuan studi kelayakan bisnis/usaha:

Untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar pada peluang bisnis yang kurang menguntungkan.